Tampilkan postingan dengan label Sosialisasi Pemupukan Berimbang Oleh PT Petrokimia Gresik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosialisasi Pemupukan Berimbang Oleh PT Petrokimia Gresik. Tampilkan semua postingan

04 November 2013

Sosialisasi Pemupukan Berimbang Oleh Tim Key Farmer Petrokimia

Key Farmer Bapak Saiful Arif Sedang Menjelaskan
Petrokimia terus memacu produksi dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasional, pemerintah telah mencanangkan  program P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional) dengan harapan pada tahun 2014, Indonesia akan surplus 10 juta ton beras. Program ini dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.
 Untuk mewujudkan hal tersebut di atas, maka perlu dilakukan sinergi dari berbagai pihak agar program yang dilaksanakan dapat memberikan hasil yang optimal. Baik dari pemerintah, produsen sarana pertanian serta petani itu sendiri.
 Sebagai salah satu bagian dari sinergi program P2BN, PT Petrokimia Gresik (PKG) mendapat amanah dari Pemerintah untuk mendistribusikan dan menyalurkan pupuk bersubsidi ZA, SP-36, PHONSKA, dan Petroganik serta berperan secara aktif dalam menyukseskan  P2BN.
 Salah satunya dalam bentuk Sosialisasi Pemupukan Berimbang yang dilakukan Oleh Key Farmer Wilayah Tuban Bapak Saiful Arif,  yang melibatkan Beberapa Kelompok Tani Yang ada di Desa Tlogoagung Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban, 
 Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempertahankan dan untuk lebih meningkatkan kuantitas ataupun kualitas hasil produksi pertanian di wilayah Desa Tlogoagung , perlu kiranya dilakukan upaya-upaya melalui program sosialisasi dan edukasi secara terus-menerus dan berkesinambungan pada masyarakat (khususnya para petani di Desa Tlogoagung, Kec. Bancar, Kab Tuban).
Perlu diketahui, dosis pemupukan berimbang yang dianjuran PT Petrokimia Gresik adalah 500 kg pupuk Petroganik, 300 kg pupuk PHONSKA, dan 200 kg pupuk Urea untuk setiap hektar lahan sawah.
Komposisi anjuran pemupukan tersebut lazim disingkat dengan anjuran pemupukan 5:3:2.'' Ujar Key Farmer Wilayah Tuban Bapak Arif .
             Latar belakang penentuan dosis pemupukan berimbang dilatarbelakangi kondisi lahan sawah di Indonesia terutama di Jawa yang banyak mengalami penurunan kesuburan. 
Oleh karena itu, diperlukan usaha-usaha untuk mengembalikan kandungan bahan organik dalam tanah, salah satunya dengan memberikan pupuk organik pada saat kegiatan budidaya.
Penggunaan Petroganik diarahkan untuk memberi makan tanah, bukan pada tanaman sehingga dampak penggunaan Petroganik pada tanaman tidak langsung terlihat, dampak penggunaan Petroganik akan dirasakan dalam jangka panjang, yaitu peningkatan hasil panen dari tahun ke tahun dan penghematan penggunaan pupuk anorganik.
        Penggunaan pupuk PHONSKA dilatarbelakangi kebutuhan tanaman terhadap unsur hara, terutama unsur hara makro, yaitu Nitrogen, Phospor, dan Kalium. Setiap unsur hara memiliki fungsi dan dibutuhkan tanaman dalam jumlah tertentu. 
Nitrogen berperan untuk memaksimalkan pertumbuhan daun sebagai tempat pemprosesan makanan pada tanaman; Phospor berperan untuk memaksimalkan pertumbuhan akar, bunga, dan buah; sementara Kalium berperan untuk memperkuat batang sehingga tanaman lebih tahan penyakit dan tidak mudah roboh.
         Untuk mendapatkan hasil panen maksimal, kebutuhan seluruh unsur hara tersebut harus tercukupi, namun tetap tidak boleh berlebihan karena pemberian pupuk yang berlebihan dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman dan tanah. Untuk Lebih Jelasnya mengenai Pemupukan Berimbang Dapat Menghubungi Key Farmer Wilayah Tuban Bapak Saiful Arief HP. 085259594065 Pin 2662C31C